“Banyak
orang yang berpuasa, tidak mendapat apa-apa daripada puasanya selain
lapar, dan banyak orang yang jaga malam (beribadah pada malam hari),
tidak mendapat apa-apa daripada jaga malamnya, selain kurang tidur.” – (Hadis riwayat An-Nasa'iy, Ibnu Majah dan al-Hakim).
Mereka yang berpuasa juga hendaklah menahan nafsu keinginan dan sebarang
godaan, menahan perkataan dan perbuatan daripada perkara tercela dan
sia-sia, termasuk memelihara segala sesuatu yang boleh mengurangi nilai
puasa. Inilah pengertian sebenar puasa.
Nabi bersabda bermaksud:
“Bukanlah
puasa itu hanya kerana tidak makan dan minum, tetapi puasa itu juga
harus menahan diri daripada ucapan sia-sia dan kotor.” – (Hadis riwayat Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim).
Dalam melaksanakan puasa. kita berjuang melawan hawa nafsu, mendidik
berdisiplin tinggi dan takut melanggar segala larangan Allah walaupun
sekecil mungkin. Hal ini besar pengaruhnya dalam meninggikan
keperibadian seseorang insan.
Puasa yang dapat membina dan membangun mentaliti manusia ialah yang
dilaksanakan dengan penuh keimanan, penghayatan dan keikhlasan kepada
Allah. Puasa seperti ini yang akan mendapat ganjaran pahala besar
daripada Allah berupa penghapusan dosa seseorang. Ini sesuai dengan
sabda Nabi bermaksud:
“Siapa yang berpuasa pada Ramadan kerana iman dan penuh harap, nescaya diampunkan Allah dosa-dosanya yang telah lalu.” – (Hadis riwayat Ahmad).
Mereka yang memiliki keimanan tinggi, tentulah benar-benar berpuasa pada
siang harinya. Maksud puasa di sini tentunya puasa dalam pengertian
menyeluruh, bukan perut saja yang berpuasa. Sebaliknya semua anggota
berpuasa.
Puasa adalah ibadat yang perlu dikerjakan dengan penuh kesungguhan, demi menjamin nilai dan hikmah berpuasa itu.
Setiap Muslim perlu meyakini bahawa setiap ibadat yang Allah perintahkan
kepada hamba-Nya mengandung kebaikan dan hikmah tertentu.
“I bear witness that (there is) no God except Allah, and I bear witness that Muhammad is the messenger of Allah.”
Jumat, 27 Juni 2014
Senin, 23 Juni 2014
KATA KATA MUTIARA SEORANG ATHEIS
Silahkan untuk berfikir dewasa, karna saya bukan dan tak ingin menjelek jelekkan sistem kepercayaan, Hanya saja seorang Atheis pun mengerti akan kebajikan atau kearifan hidup. Tanpa adanya pengetahuan tentang tuhan ataupun kitab . Dan apakah kita yang BISA disebut sebagai UMAT BERAGAMA kalah dengan pemikiran dan kearifan mutiara mereka ?
Berikut ini adalah penggalan kata - kata mutiara tokoh Atheis yang mungkin bermanfaat dan memotivasi kita :
# Religion is regarded by the common people as true, by the wise as false, and by the rulers as useful. – Seneca the Younger(Agama dianggap oleh awam sebagai kebenaran, oleh orang bijak sebagai kesalahan, dan oleh penguasa sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingannya)
# Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer. – Anonymous
(Dua tangan yang bekerja bisa melakukan lebih banyak daripada seribu tangan berdoa)
# You’re basically killing each other to see who’s got the better imaginary friend.-Richard Jeni
(Kamu pada dasarnya saling membunuh satu sama lain untuk mnunjukan siapa diantara kalian yang memiliki teman imajinasi yang lebih baik.)
# The fact that a believer is happier than a skeptic is no more to the point than the fact that a drunken man is happier than a sober one. The happiness of credulity is a cheap and dangerous quality. – George Bernard Shaw
(Fakta bahwa orang yang beriman lebih bahagia di banding orang yang tidak, tidak lebih dari pada fakta orang mabuk lebih bahagia daripada orang yang sadar. kebahagiaannya berkualitas murahan dan berbahaya.)
# Faith means not wanting to know what is true. – Friedrich Nietzsche
( Kepercayaan berarti tidak berkeinginan untuk mengetahui kebenaran)
# Philosophy is questions that may never be answered. Religion is answers that may never be questioned. – Anonymous
(Filosofi adalah pertanyaan yang mungkin takkan pernah terjawab. Agama adalah jawaban yang mungkin takkan pernah dipertanyakan)
# If I were not an atheist, I would believe in a God who would choose to save people on the basis of the totality of their lives and not the pattern of their words. I think he would prefer an honest and righteous atheist to a TV preacher whose every word is God, God, God, and whose every deed is foul, foul, foul. – Isaac Asimov
(Jika aku bukan seorang atheis, aku akan percaya pada tuhan yang akan memilih untuk menyelamatkan orang berdasarkan totalitas dari hidupnya dan bukan berdasarkan pola dari kata katanya. Kupikir tuhan lebih memilih seorang atheis yang jujur dan berbudi, di banding seorang Pengkotbah di TV yangg setiap kata katanya selalu TUHAN, TUHAN, TUHAN, tetapi perbuatanya KOTOR, KOTOR, KOTOR ! )
# Belief in the supernatural reflects a failure of the imagination. – Edward Abbey
(Percaya pada supranatural mencerminkan kegagalan dalam berimajinasi)
# With or without religion, you would have good people doing good things and evil people doing evil things. But for good people to do evil things, that takes religion. – Steven Weinberg
(Dengan atau tanpa agama, tetap akan ada orang baik yang berbuat baik, dan orang jahat yang berbuat jahat. tapi untuk membuat orang baik melakukan hal jahat dibutuhkan agama)
# I still say a church steeple with a lightning rod on top shows a lack of confidence. – Doug McLeod
(Saya tetap berpendapat, sebuah menara gereja dengan sebuah tiang penghantar petir di atasnya menunjukan kurangnya percaya diri)
# The world holds two classes of men – intelligent men without religion, and religious men without intelligence. – Abu’l‐Ala al Ma’arri
(Dunia ini mengandung 2 kelas manusia - Orang pintar yang tak beragama, dan orang beragama yang tak pintar)
# The invisible and the non-existent look very much alike. – Delos B. McKown
(Yang tidak terlihat dan yang tidak ada terlihat sangat mirip)
# Atheism leaves a man to sense, to philosophy, to natural piety, to laws, to reputation; all of which may be guides to an outward moral virtue, even if religion vanished; but religious superstition dismounts all these and erects an absolute monarchy in the minds of men. – Francis Bacon
(Ateisme menuntun manusia kepada akal sehat, filosofi, kearifan alam, hukum, dan reputasi; yang salah satu atau semuanya menuntun pada kebajikan moral di luar kebiasaan, meskipun agama telah musnah; tetapi takhayul agama menurunkan semua ini dan mendirikan monarki absolut dalam pikiran manusia)
# Be thankful that you have a life, and forsake your vain and presumptuous desire for a second one. – Richard Dawkins
(Bersukurlah sudah bisa mendapatkan kehidupan. Tinggalkanlah pemikiran angkuh dan sia sia akan keinginan punya kehidupan kedua )
# What can be asserted without proof can be dismissed without proof. – Christopher Hitchens
(Apa yang dinyatakan tanpa bukti, bisa di bubarkan tanpa bukti juga)
Berikut ini adalah penggalan kata - kata mutiara tokoh Atheis yang mungkin bermanfaat dan memotivasi kita :
# Religion is regarded by the common people as true, by the wise as false, and by the rulers as useful. – Seneca the Younger(Agama dianggap oleh awam sebagai kebenaran, oleh orang bijak sebagai kesalahan, dan oleh penguasa sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingannya)
# Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer. – Anonymous
(Dua tangan yang bekerja bisa melakukan lebih banyak daripada seribu tangan berdoa)
# You’re basically killing each other to see who’s got the better imaginary friend.-Richard Jeni
(Kamu pada dasarnya saling membunuh satu sama lain untuk mnunjukan siapa diantara kalian yang memiliki teman imajinasi yang lebih baik.)
# The fact that a believer is happier than a skeptic is no more to the point than the fact that a drunken man is happier than a sober one. The happiness of credulity is a cheap and dangerous quality. – George Bernard Shaw
(Fakta bahwa orang yang beriman lebih bahagia di banding orang yang tidak, tidak lebih dari pada fakta orang mabuk lebih bahagia daripada orang yang sadar. kebahagiaannya berkualitas murahan dan berbahaya.)
# Faith means not wanting to know what is true. – Friedrich Nietzsche
( Kepercayaan berarti tidak berkeinginan untuk mengetahui kebenaran)
# Philosophy is questions that may never be answered. Religion is answers that may never be questioned. – Anonymous
(Filosofi adalah pertanyaan yang mungkin takkan pernah terjawab. Agama adalah jawaban yang mungkin takkan pernah dipertanyakan)
# If I were not an atheist, I would believe in a God who would choose to save people on the basis of the totality of their lives and not the pattern of their words. I think he would prefer an honest and righteous atheist to a TV preacher whose every word is God, God, God, and whose every deed is foul, foul, foul. – Isaac Asimov
(Jika aku bukan seorang atheis, aku akan percaya pada tuhan yang akan memilih untuk menyelamatkan orang berdasarkan totalitas dari hidupnya dan bukan berdasarkan pola dari kata katanya. Kupikir tuhan lebih memilih seorang atheis yang jujur dan berbudi, di banding seorang Pengkotbah di TV yangg setiap kata katanya selalu TUHAN, TUHAN, TUHAN, tetapi perbuatanya KOTOR, KOTOR, KOTOR ! )
# Belief in the supernatural reflects a failure of the imagination. – Edward Abbey
(Percaya pada supranatural mencerminkan kegagalan dalam berimajinasi)
# With or without religion, you would have good people doing good things and evil people doing evil things. But for good people to do evil things, that takes religion. – Steven Weinberg
(Dengan atau tanpa agama, tetap akan ada orang baik yang berbuat baik, dan orang jahat yang berbuat jahat. tapi untuk membuat orang baik melakukan hal jahat dibutuhkan agama)
# I still say a church steeple with a lightning rod on top shows a lack of confidence. – Doug McLeod
(Saya tetap berpendapat, sebuah menara gereja dengan sebuah tiang penghantar petir di atasnya menunjukan kurangnya percaya diri)
# The world holds two classes of men – intelligent men without religion, and religious men without intelligence. – Abu’l‐Ala al Ma’arri
(Dunia ini mengandung 2 kelas manusia - Orang pintar yang tak beragama, dan orang beragama yang tak pintar)
# The invisible and the non-existent look very much alike. – Delos B. McKown
(Yang tidak terlihat dan yang tidak ada terlihat sangat mirip)
# Atheism leaves a man to sense, to philosophy, to natural piety, to laws, to reputation; all of which may be guides to an outward moral virtue, even if religion vanished; but religious superstition dismounts all these and erects an absolute monarchy in the minds of men. – Francis Bacon
(Ateisme menuntun manusia kepada akal sehat, filosofi, kearifan alam, hukum, dan reputasi; yang salah satu atau semuanya menuntun pada kebajikan moral di luar kebiasaan, meskipun agama telah musnah; tetapi takhayul agama menurunkan semua ini dan mendirikan monarki absolut dalam pikiran manusia)
# Be thankful that you have a life, and forsake your vain and presumptuous desire for a second one. – Richard Dawkins
(Bersukurlah sudah bisa mendapatkan kehidupan. Tinggalkanlah pemikiran angkuh dan sia sia akan keinginan punya kehidupan kedua )
# What can be asserted without proof can be dismissed without proof. – Christopher Hitchens
(Apa yang dinyatakan tanpa bukti, bisa di bubarkan tanpa bukti juga)
KEKAYAAN , KESUKSESAN ATAU KASIH SAYANG ?
Suatu
ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari
perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut
yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”
Semoga kasih sayang selalu memenuhi kehidupan kita...
Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”
Semoga kasih sayang selalu memenuhi kehidupan kita...
CERITA INSPIRATIF
Kisah Laki-Laki dan Keledainya
Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, "Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?"Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, "Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan."
Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. "Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?"
Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. "Binatang malang...., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!"
Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, "Lihat, manusia keledai memanggul keledai!" sorak mereka.
Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun.
Langganan:
Komentar (Atom)
